BESOK BUBAR selalu membuat orang bertanya-tanya, ‘kenapa nama band-nya BESOK BUBAR?’. Padahal sebenarnya sah-sah saja BESOK BUBAR dijadikan nama band. Tidak ada undang-undang yang menyatakan bahwa ‘Tidak boleh bikin band dengan nama yang aneh-aneh!’. Tapi tentunya pasti ada cerita di balik sebuah nama. Dan seperti kata pepatah, ‘Nama adalah doa’.
BESOK BUBAR didirikan pada tahun 2005 di jakarta, dan mulai aktif di scene Grunge lokal pada tahun 2006. Dinamakan BESOK BUBAR karena sebelumnya mereka sudah sering punya band tapi selalu bubar. Tapi ternyata dari semua band masa lalu mereka, hanya BESOK BUBAR yang paling bertahan dan paling produktif. Jadi istilah ‘Nama adalah doa’, sudah berubah menjadi ‘Apalah arti sebuah nama’.

BAJAY JPEG

Pergantian personil pun menjadi hal yang lumrah dalam sebuah band. Formasi terkini adalah Amar (Gitar, vokal), Egie (Bass), Rega (drum) atau yang mereka namakan formasi ‘THE ULTIMATE’. ‘THE ULTIMATE’ pun dijadikan judul album ketiga mereka karena di album ketiga inilah pertama kalinya formasi ‘THE ULTIMATE’ merilis album penuh.
Sebelumnya, album pertama ‘Cuci Otak The Album’ dirilis tahun 2010. Berisi 10 lagu dan diproduksi hanya 500 keping secara DIY (Do It Yourself), dengan formasi band yang berbeda.
Seolah dunia benar-benar akan kiamat pada tahun 2012, di tahun 2011 BESOK BUBAR langsung meluncurkan kembali album keduanya yang diberi judul ‘BESOK BUBAR'(SELF TITLED). Kali ini BESOK BUBAR bekerja sama dengan label indie PAVILIUN RECORDS. Album ini dirilis secara nasional dan menjadi album terbaik 2011 versi ROLLINGSTONE indonesia

Grunge/Seattle Sound menjadi pengaruh yang sangat kuat dalam musik BESOK BUBAR. Menurut mereka, Grunge merupakan subgenre yang memberikan kebebasan dalam bermusik. Karena di dalamnya terdapat banyak unsur dari berbagai macam jenis musik Rock seperti punk, heavy metal, hardcore, stoner rock dan lain-lain. Dan Grunge sendiri seperti memberi arti bahwa semua orang boleh main musik, boleh bikin karya, main musik tidak harus ribet, buatlah musik yang simple, berisik, dan berbobot.

Jakarta sebagai kota asal, merupakan sumber inspirasi dari sebagian besar lirik lagu BESOK BUBAR. Aktifitas sehari-hari yang membosankan, kemacetan, konflik, premanisme, dan dagelan drama politik menjadi ‘makanan’ sehari-hari sebagian besar masyarakat indonesia. Semua energi negatif dari ‘makanan’ tersebut, sangatlah tidak tepat apabila dibiarkan berlama-lama bersarang di tubuh manusia. Maka oleh sebab itu, BESOK BUBAR menyediakan sebuah ‘ritual transfer energi’ di show BESOK BUBAR. Lepaskan energi tersebut di moshpit, kita teriak-kan bersama-sama semua gundah gulana di hati, tanpa harus merugikan pihak lain. Dijamin, setelah show BESOK BUBAR selesai, anda akan mengalami pegal-pegal, sedikit pusing, tanpa gangguan kulit dan jamur.

 

Sekian dan Terima kasih.